Kamis, 24 Oktober 2019

RESUME BAB 3 DAN 4

Operasi Aritmatika
Operasi Aritmatika dan ALU
BAB 3



     Operasi logika dan operasi aritmetika merupakan awal dari seluruh kegiatan yang ada

pada teknik mikroprosesor. Dasar operasi aritmetika adalah penjumlahan dan pengurangan.

Operasi selanjutnya yang dikembangkan dari kedua operasi dasar tersebut adalah perkalian

dan pembagian.



A. Operasi Aritmatika Bilangan Biner


1. Penjumlahan Bilangan Biner





     Penjumlahan bilangan biner dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti

halnya penjumlahan bilangan desimal. Penjumlahan bilangan desimal dapat dilakukan

dengan cara sebagai berikut:

1) Digit-digit dan bilangan-bilangan desimal dijumlahkan satu per satu mulai posisi

kolom paling kanan.

2) Bila hasil penjumlahan antar kolom melebihi nilai 9, maka dikurangi dengan nilai

10 untuk disimpan ke penjumlahan kolom berikutnya.

Misalnya, 18 + 44 = 62, dengan menggunakan Iangkah-langkah di atas bisa

diterapkan sebagaiberikut.

8 + 4 = 12, nilainya melebihi nilai 9, jadi simpan 1 dan tulis hasilnya 2.

1+4+1=6

Jadi, hasilnya: 62.

Bilangan biner dijumlahkan dengan cara yang sama dengan penjumlahan

bilangan desimal. Dasar penjumlahan untuk masing-masing digit bilangan biner

adalah:

0+0=0

0+1=1

1+0=1

1 + 1 = 0 1 + 1 = 2, karena digit terbesar biner 1, maka harus dikurangi dengan 2

(basis), jadi 2 - 2 = 0 dengan simpanan 1.

Contoh soal

1111 = 15

10100 = 20

------------------ +

100011 = 35

atau dengan langkah:

1 + 0 =1

1 + 0 =1

1 + 1 = 0 dengan simpanan 1

1+1+1 =0

1+1 = 0 dengan simpanan 1

Jadi, hasilnya: 1 0 0 0 1 1



2. Pengurangan Bilangan Biner



    Bilangan biner dikurangkan dengan cara yang sama pada operasi pengurangan

bilangan desimal. Dasar pengurangan untuk masing-masing digit bilangan biner

adalah:

0 – 0=0

1 – 0= 1.

1 – 1=0

0 - 1 = 1  dengan pinjaman 1, (pinjam 1 dan posisi sebelah kirinya).

Contoh

Tabel 3.1. Pengurangan Bilangan Biner

Desimal Biner

27

 9

----- -

18

11011

 1001

-------- -

10010

Langkah-langkah penyelesaiannya :

1 – 1 = 0

1 – 0 = 1 Jadi hasilnya : 10010

0 – 0 = 0

1 – 1 = 0

1 – 0 = 1


3. Perkalian Bilangan Biner.



    Dilakukan sama dengan cara perkalian pada bilangan desimal. Dasar perkalian

bilangan biner adalah:

0 x 0 = 0

1 x 0 = 0

0 x 1 = 0

1 x 1 = 1



4. Pembagian Bilangan Biner



    Pembagian bilangan biner juga dilakukan dengan cara yang sama pada bilangan

desimal. Pembagian biner 0 tidak mempunyai arti sehingga dasar pembagian biner

adalah

0 : 1 = 0



1 : 1 = 1



B. Operasi Aritmatika Bilangan Oktal


1. Penjumlahan Aritmetiha Bilangan Oktal



    Penjumlahan bilangan oktal dapat dilakukan secara sama dengan penjumlahan bilangan

desimal.

Langkah-langkah penjumlahan adalah sebagai berikut.

1) Tambahkan masing-masing kolom secara desimal.

2) Ubah dan hasil desimal ke oktal.

3) Tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil oktal.

4) Jika hasil penjumlahan tiap-tiap kolom terdiri daridua digit, maka digit paling kiri

merupakansimpan untuk penjumlahan kolom selanjutnya.


2. Pengurangan Arítmetika Bilangan Oktal



    Pengurangan bilangan oktal dapat dilakukan secara sama dengan pengurangan

bilangan desimal.



3. Perkalian Aritmetika Bilangan Oktal



    Perkalian bilangan oktal dilakukan dengan cara yang sama pada perkalian

bilangan desimal.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

1) Kalikan masing-masing kolom secara desimal.

2) Ubah dari hasil desimal ke oktal.

3) Tuliskan hasil daridigit paling kanan dan hasil oktal.

4) Jika hasil perkalian tiap kolom terdiri dari 2 digit, maka digit paling kiri merupakan



simpanan untuk dijumlahkan pada hasil perkalian kolom selanjutnya.




4. Pembagian Aritmetika bilangan Oktal


C. Operasi Aritmatika Bilangan Heksadesimal


1. Penjumlahan Operasi Aritmetika Bilangan Heksadesimal



    Penjumlahan bilangan heksadesimal dapat dilakukan secara sama dengan

penjumlahan bilangan oktal.Langkah-Iangkah penjumlahan bilangan heksadesimal

adalah sebagai berikut.

1) Tambahkan masing-masing kolom secara desimal.

2) Ubah dari hasil desimal ke heksadesimal.

3) Tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil heksadesimal.

4) Jika hasil penjumlahan tiap-tiap kolom terdiri daridua digit, maka digit paling kiri

merupakansimpanan untuk penjumlahan kolom selanjutnya.


2. Pengurangan Operasi Aritmetika Bilangan Heksadesimal



     Pengurangan bilangan heksadesimal dapat dilakukan secara sama dengan pengurangan



bilangan desimal.


3. Perkalian Operasi Aritmetika Bilangan Heksadesimal



    Perkalian bilangan heksadesimal dapat dilakukan secara sama dengan perkalian

bilangan desimal, dengan langkah-Langkah sebagai berikut.

1) Kalikan masing-masing kolom secara desimal.

2) Ubah dari hasil desimal ke oktal.

3) Tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil oktal.

4) Jika hasil perkalian tiap kolom terdiri dari 2 digit, maka digit paling kiri merupakan



simpanan untuk dijumlahkan pada hasil perkalian kolom selanjutnya.


4. Pembagian Operasi Aritmetika Bilangan Heksadesimal



    Pembagian bilangan heksadesimal dapat dilakukan secara sama dengan pembagian

bilangandesimal.






Arithmetic Logik UNit (ALU)
BAB 4



   ALU (Arithmetic Logic Unit) adalah salah satu bagian dari sebuah mikroprosesor

yang berfungsi untuk melakukan operasi hitungan aritmetika dan logika. Contoh operasi

aritmetika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi

logika adalah logika AND dan OR.

Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan anitmetika yang

terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan operasi aritmetika dengan dasar

pertambahan, sedang operasi aritmetika yang Iainnya seperti pengurangan, perkalian, dan

pembagian, dilakukan dengan dasar penjumlahan. Karena itu, sirkuit elektronik di ALU

yang digunakan untuk melaksanakan operasi aritmetika ini disebut adder. Tugas lain dari

ALU adalah melakukan keputusan dan operasi logika sesuai dengan instruksi program.

Operasi logika (logical operation) meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan

menggunakan operator logika, yaitu:

1. sama dengan (=)

2. tidak sama deugan (<>)

3. kurang dari (< )

4. kurang atau sama dengan dari ,(<=)

5. Iebih besar dari (>)

Rangkaian pada ALU yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan dinamakan

dengan Adder.Adder digunakan untuk memproses operasi aritmetika. Adder juga disebut

rangkaian kombinasional aritmetika. Ada 3 jenis adder:

1. Rangkaian Adder dengan menjumlahkan dua bit disebut Half Adder.

2. Rangkaian Adder dengan menjumlahkan tiga bit disebut Full Adder.



3. Rangkaian Adder dengan menjumlahkan banyak bit disebut Parallel Adder.



A. Rangkaian Half Adder



Half adder adalah suatu rangkaian penjumlahan sistem bilangan biner yang

paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data

bilangan biner sampai 1 bit saja. Rangkaian Half Adder memiliki 2 terminal input untuk 2

variabel bilangan biner dan 2 terminal output, yaitu summary out (SUM) dan carry out

(CARRY).

Half Adder (HA) adalah rangkaian penjumlahan sistem bilangan biner yang paling

sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk melakukan operasi penjumlahan

dua bilangan biner 1 bit. Rangkaian half adder memiliki dua terminal input untuk 2

variabel bilangan biner dan 2 terminal output, yaitu summary out (sum) dan carry out

(carry). Aturan-aturan untuk melakukan penambahan biner dua bit diilustrasikan sebagai

berikut:

Aturan 1 0 + 0 = 0

Aturan 2 0 + 1 = 1

Aturan 3 1 + 0 = 1

Aturan 4 1 + 1 = 0 dan carry 1 = 10

Tiga aturan pertama mudah dimngerti, sedangkan aturan 4 menyatakan bahwa

penjumlahan biner 1 + 1 = 10 (desimal 2). Angka 1 hasil penjumlahan dibawa ke kolom

yang mempunyai tingkatan lebih tinggi, dan dikatakan terdapat carry.

Rancangan diagram logika menggunakan XOR dan AND, masukan diberikan simbol A

dan B sedangkan keluaran diberi simbol ∑ yang berarti jumlah (SUM) dan Simbol Co

berarti bawaan keluar (Carry Out). Diagram logika dan penambahan setengah (half



adder) dengan input A dan B.


B. Rangkaian Full Adder



Full Adder adalah rangkaian elekronik yang bekerja melakukan perhitungan

penjumlahan penuhdari dua buah bilangan biner yang masing-masing terdiri dari satu bit.

Rangkaian ini memiliki 3input dan 2 output, salah satu input merupakan nilai dari

pindahan penjumlahan, kemudian sama seperti pada hafl adder salah satu outputnya

dipakai sebagai tempat nilai pindahan dan yang lain sebagai hasil dari penjumlahan.

Rangkaian full adder (FA) dapat digunakan untuk menjumlahkan bilangan biner

yang lebih dari 1 bit. Rangkaian Full Adder dapat dibentuk oleh gabungan 2 buah

rangkaian half adder dan sebuah gerbang OR untuk menjumlahkan carry output. Pada

penambahan penuh muncul aturan kelima yang menyatakan suatu penjumlahan

setengah tidak akan bekerja bila muncul carry-in. Oleh karena itu penambahan penuh

mempunyai tiga masukan yaitu A, B dan C-in, sedangkan keluaran adalah SUM dan Co



(carry out).



1. Penjumlahan



   ALU tidak memproses bilangan desimal melainkan bilangan biner. Sebelum dapat

memahamirangkaian-rangkaian di dalam sebuah ALU kita harus mempelajari bagaimana

penjumlah bilangan biner itu dilaksanakan.

Ada lima aturan penjumlahan yang harus diingat, yaitu:

0 + 0 = 0

0 + 1 = 1

1 + 0 = 1

1 + 1 = 0 / + 1 sebagai simpanan (carry)

1 + 1 + 1 = 1 / + 1 sebagai simpanan

Untuk bilangan biner yang lebih besar, sebagaimana halnya dalam bilangan

desimal, penjumlahan biner juga dilakukan kolom demi kolom.

Contoh:

11011

11010

--------- +

?

Kita mulai dari kolom yang bernilai kecil (least sigfinicant bit) sehingga:

11011

11010

---------- +

 1

Berikutnya jumlahkan bit-bit kolom kedua, ketiga dan keempat sebagai

berikut.

11011

11010

--------- +

111111

Contoh

Jumlahkan bilangan biner 01010111 dan 00110101!



Jawaban:

01010111

00110101

-------------- +







10001100


2. Pengurangan



    Untuk mengurangkan bilangan biner diberlakukan aturan sebagai berikut.

0 - 0 = 0

1 - 0 = 1

1 - 1 = 0

0 - 1 = 1

Untuk pengurangan bilangan biner yang lebih besar dapat dilakukan dengan cara

berikut.

Contoh:

111

101

------- -

010

Dari kolom paling kanan, 1 - 1 = 0, kemudian 1 - 0 - 1 dan akhirnya 1 - 1 = 0

1101

1010

-------- -

0011

Dalam kolom bernilal kecil (Least Sigfinicant Bit), 1 - 0 = 1, pada kolom kedua kita

harusmeminjam dan kolom berikutnya sehingga 10 -1 = 1. Pada kolom ketiga menjadi 0 -

0 = 0 dan kolom keempat 1 — 1 = 0. Pengurangan Iangsung seperti contoh di atas telah



diterapkan dalam operasi komputer.




 Tansistor-Transistor. Logic ( TTL )



Transistor-Transistor Logic (TTL) adalah salah satu teknologi IC yang paling hanyak

digunakansecara luas saat ini. TTL adalah IC digital yang digunakan untuk peralatan

komputer, kalkulatordan sistem kontrol elektronik. IC digital bekerja dengan dasar

pengoperasian bilangan Biner logic (bilangan dasar 2), yaitu hanya mengenal dua kondisi

saja 1(on) dan 0 (off). Jenis IC digital terdapat 2 (dua) jenis, yaitu TTL dan CMOS. Jenis IC TTL. dibangun dengan menggunakan transistor sebagai komponen utamanya dan

fungsinya digunakan untuk berbagai variasi Logic, sehingga dinamakan Transistor Transistor Logic. Dalam satu kemasan IC terdapat beberapa macam gate (gerbang) yang

dapat melakukan berbagai macam fungsi logic seperti AND, NAND, OR, NOR, XOR serta

beberapa fungsi logika lainnya seperti Decoder, Encoder, Multiplexer, dan Memory

sehingga pin (kaki) IC jumlahnya banyak dan bervariasi ; ada yang berkaki 8, 14, 16, 24,



dan 40.



Semua mikroprosesor tidak hanya mampu melaksanakan operasi-operasi aritmetika

saja, tetapijuga mampu melaksanakan operasi-operasi logika. Kedua operasi ini

dilaksanakan di dalam Aritmatic Logic Unit (ALU) yang terdapat pada seluruh

mikroprosesor. Ada tiga dasar operasi logika yaltu,

A ˄ B (Operasi AND)

A ˅ B (Operasi OR)



A ˅B (Operasi EX-OR)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar